Doa Shahih Sebelum Sesudah Adzan dan Iqomah Sesuai Sunnah

Diantara waktu mustajab doa ataupun saat-saat bakal di ijabahnya sebuah doa adalah ketika sebelum dan sesudah adzan, karena pada waktu tersebut merupakan waktu dimana panggilan untuk melaksanakan ibadah sholat mulai di dengungkan, sementara sholat sendiri merupakan rangkaian dari tata cara ibadah yang didalamnya terdapat beberapa doa yang sangat penting, untuk itulah berdoa ketika sebelum dan sesudah adzan dan iqomah tersebut merupakn waktu mustajab doa.

Meskipun secara umum berdoa itu tidak tergantungkan pada sebuha waktu ataupun tempat dalam artian dimanapun dan kapanpun selama sesuai dengan tata caranya, berdoa itu diperbolehkan bahkan di wajibkan. Namun diantara waktu dan tempat-tempat berdoa itu terdapat waktu dan tempat yang tempat untuk di ijabahnya sebuah doa. Salah satunya berdoa ketika sebelum dan doa sesudah adzan serta iqomah ini.

Dan tentunya ini secara pemaknaan dari sebuah perintahan bagi umat islam bisa dijadikan sebagai kesempatan terbaik untuk bisa meluangkan waktunya untuk berdoa pada waktu tersebut, Sebab selain jaminan yang pasti bahwa setaip doa akan terkabulkan, waktu tersebut juga meruapak salah satu bagian dari sunnah Baginda Rasululloh S.A.W yang selalu berdoa ketika adzan dan iqomah dikumandangkan.

Doa Shahih Sebelum Sesudah Adzan dan Iqomah Sesuai Sunnah

Bahkan terdapat keteranagn lain yang meneybutkan akan di sunnahkannya berdoa di waktu tersebut, sebagaimana yang telah di redaksikan pada kitab0kitab fiqih seperti dibawah ini.

Kitab Syarah Al-mahalli (1/159) :

(وَ) يُسَنُّ (لِكُلٍّ) مِنْ الْمُؤَذِّنِ وَسَامِعِهِ (أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعْدَ فَرَاغِهِ) لِحَدِيثِ مُسْلِمٍ {إذَا سَمِعْتُمْ الْمُؤَذِّنَ فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ، ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ} وَيُقَاسُ الْمُؤَذِّنُ عَلَى السَّامِعِ فِي الصَّلَاةِ (ثُمَّ) يَقُولُ: (اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْته).

Artinya: “Di sunnahkan untuk setiap muadzin dan orang yang mendengar adzan tersebut yaitu membaca sholawat kepada Nabi sesudah beres adzan tersebut, dengan keterangannya ” Dimana-mana kalian semua mendengar seorang muadzin, maka kalian semua harus mengucapkan apa yang di serukan oleh muadzin tersebut selanjutnya membcakan sholawat kepadaKu (Nabi). Dan di qiyaskan pula orang yang mendengar adzan tersebut kepada seorang muadzin, yang selanjutnya harus mengucapkan doa ”

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْته

Kitab I’anatu Al-tholibin:

(و) سن (لكل) من مؤذن ومقيم وسامعهما (أن يصلي) ويسلم (على النبي) (ص) (بعد فراغهما)، أي بعد فراغ كل منهما إن طال فصل بينهما، وإلا فيكفي لهما دعاء واحد.
(ثم) يقول كل منهم رافعا يديه: (اللهم رب هذه الدعوة) أي الاذان والاقامة، (إلى آخره).
تتمته: التامة والصلاة القائمة، آت محمدا الوسيلة والفضيلة وابعثه مقاما محمودا الذي وعدته

Artinya: ” Disunnatkan buat seorang muadzin, pribumi serta orang yang mendengar suara adzan untuk membacakan sholawat dan salam kepada Nabi sesudah selesai adzan tersebut. Jika panjang, maka pisahkanlah dan jika pendek maka cukup untuk berdoa saja sambil mengadahkan kedua tangannya seraya mengucapkan doa ”

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ، وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْته

Dari adanya dua keteranagn tersebut, maka bisa diketahuo pasti bahwasannya doa yang di maksud setelah dan sebelum adzan dan iqomah itu adalah sebagai berikut:

Do’a mendengar azan:

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللهِ أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma, bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa yang membaca do’a ketika mendengar azan:

اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ

“Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.”

Artinya: “Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji yang telah Engkau janjikan.”

Oleh sebab itulah kita sebagai umat muslim tentunya harus mengetahui betul tata cara berdoa terutama ketika adzan dan iqomah dikumandangkan. Sebab selain menjadi sebuah seruan ataupun ajakn, keduanya merupakan hakikat sebuah doa bagi setiap muslim untuk bersegera melaksanakan perintahan sholat, maka dari itu laksanakan dan bersegaralah untuk menyambut kedatangang rahmat dariNya.

Doa shahih sebelum sesudah mendengar adzan dan iqomah tulisan arab sesuai sunnah ataupun doa sesudah adzan mp3 dan sayyidul istighfar itu adalah bagian terpenting dari pengmalan kita di kala berdoa di waktu mustajab. Semoga bermanfaat.