Pengertian Syarat Rukun Wajib Haji Umroh Penjelasan Perbedaannya

Beribadah hajji merupakan salah satu harapan dan cita-cta bagi seorang muslim, karena memang selain sudah menjadi kewaiban untuk melaksanakannya bagi orang yang mampu, ibadah hajji adalah bagian penting dari rukun islam bahkan ada pula yang menyebutkan bahwa hajji adalah ibadah penyempurna bagi ibadah-ibadah lainnya. Dalam artian jika seseorang muslim sudah sampai nishob dan nasib serta istatho’a maka tidak akan sempurna ibadahnya jikalau tidak melaksanakan ibadah hajji.

Pengertian Istatho’a atau mampu disini itu terdapat pada tiga faktor penting bagi seorang muslim, diantaranya Mampu dalam segi ilmu dan peribadahan hajji nya seperti syarat wajib dan rukun haji, selanjutnya adalah mampu dalam segi biaya ataupun ongkosnya serta yang ketiga adalah mampu membiyayai keluarga yang di tinggalkan ataupun hewan peliharaannnya selama melaksanakan ibadah hajji.

Meskipun dalam tata cara pelaksanaannya saat ini sudah tersedia media dan fasilitas maupun pembimbingnya, akan tetapi mengetahui dan memahami semua hal yang berhubungan dengan haji itu jauh lebih baik dan jauh lebih berkualitas. Untuk itu tiada hal yang lebih ataupun bisa disempurnakan kecuali dengan hal tersebut, maka itu hukumnya wajib seperti mengetahui dan memahami ilmu-ilmu tentang haji.

Pengertian Syarat Rukun Wajib Haji Umroh Penjelasan Perbedaannya

Ataupun dalam hal yang berkaitan langsung dengan haji, umroh misalnya. Dimana antara hajji dan umroh itu terdapat perbedaan dan persamaan. Haji ialah berkunjung ke Baitulloh untuk melaksanakn nusuk (ibadah) haji sesuai dengan syarat-syarat yang telah ditentukan. Dalam pengertian umum, istilah ibadah haji tercakup di dalamnya haji dan umroh. Sedangkan umroh adalah berkunjung ke Baitulloh untuk melaksanakan nusuk (ibadah).

Serta aturan, syarat, rukun, sunnat dan larangan-larangan umroh persis sama dengan haji, kecuali pada rukun dan wajib umroh ada beberapa sedikit perbedaan. Yang karenanya, umroh disebut juga al hajju al ashghor atau haji kecil. Adapun tentang masalh hukum melaksanakannya penjelasannya sebagi berikut. Hukumnya fardlu (wajib) ‘aen, bagi yang sudah memenuhi syarat diantaranya islam, merdeka, baligh, mampu (istitho’ah) juga berakal. Dan difardlukannya ibadah haji dan umroh hanya sekali dalam seumur hidup.

Selanjutnya hukumnya sunat bagi muslim yang belum baligh, hamba sahaya serta muslim yang telah melaksanakan haji atau umroh islam. Jadi bisa diartikan bahwa Haji atau umroh islam ialah haji atau umroh untuk memenuhi kewajiban seorang muslim atau untuk memenuhi rukun islam. Berdasarkan hukum dalil Al Quran surat Ali Imron ayat 97, ولله على الناس حج البيت من استطاع إليه سبيلا

Artinya: “semata-mata karena Alloh, menjadi kewajiban manusia untuk melaksanakan ibadah haji ke Baitulloh bagi yang mampu dalam perjalanannya.” Berikut penjelasan selengkapnya.

Syarat Wajib Haji
Syarat wajib haji adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sehingga dia diwajibkan untuk melaksanakan haji, dan barang siapa yang tidak memenuhi salah satu dari syarat-syarat tersebut, maka dia belum wajib menunaikan haji. Adapun syarat wajib haji adalah sebagai berikut Islam, Berakal, Baligh, Merdeka dan Mampu

Rukun Haji
Yang dimaksud rukun haji adalah kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, dan jika tidak dikerjakan hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut :

1. Ihram
Ihram, yaitu pernyataan mulai mengerjakan ibadah haji atau umroh dengan memakai pakaian ihram disertai niat haji atau umroh di miqat.

2. Wukuf
Wukuf di Arafah, yaitu berdiam diri, dzikir dan berdo’a di Arafah pada tanggal 9 Zulhijah.

3. Tawaf Ifadah
Tawaf Ifadah, yaitu mengelilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dilakukan sesudah melontar jumrah Aqabah pada tanggal 10 Zulhijah.

4. Sa’i
Sa’i, yaitu berjalan atau berlari-lari kecil antara Shafa dan Marwah sebanyak 7 Kali, dilakukan sesudah Tawaf Ifadah.

5. Tahallul
Tahallul, yaitu bercukur atau menggunting rambut setelah melaksanakan Sa’i.

6. Tertib
Tertib, yaitu mengerjakan kegiatan sesuai dengan urutan dan tidak ada yang tertinggal.

C. Wajib Haji

Wajib Haji adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka hajinya tetap sah, namun harus membayar dam (denda). Yang termasuk wajib haji adalah :

1. Niat Ihram, untuk haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.
2. Mabit (bermalam) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).
3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil sambil berucap, “Allahu Akbar, Allahummaj ‘alhu hajjan mabruran wa zanban magfura(n)”. Setiap kerikil harus mengenai ke dalam jumrah jurang besar tempat jumrah.
4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).
6. Tawaf Wada’, yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.
7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram.

Pengertian syarat rukun wajib haji umroh penjelasan perbedaannya ataupun yag berkaitan seperti khutbah idul adha tentunya bisa menjadi nilai ibadah yang bisa menjadi harapan paling besar bagi setiap umat muslim.